Perempuan Jurnalis, Bushra Al-Taweel, ditangkap pada Selasa (22 Maret) di pos pemeriksaan Za’tara yang memisahkan Kota Ramallah dan Tepi Barat utara. Pengadilan yang diadakan pada Kamis (24/3) di Kamp Ofer, yang terletak di sebelah barat Ramallah, memperpanjang penawanannya selama 72 jam, yang dikhawatirkan keluarga dapat menjadi awal untuk dipindahkannya ke status penahanan administrasi.
Sekelompok tentara mencegat kendaraan yang dikendarai Al-Taweel di pos pemeriksaan Za’tara, dan menangkapnya ketika ia kembali dari Jenin ke rumahnya di Al-Bireh. Al-Taweel menelepon ibunya setelah tentara memintanya berhenti untuk memeriksa identitasnya. Selama percakapannya, suara seorang tentara memotongnya dari jauh, memintanya untuk mematikan telepon. Selama berjam-jam setelah itu, keluarga mencoba untuk berkomunikasi dengannya tetapi tidak berhasil. Kemudian keluarganya mengetahui dari pengacara yang menindaklanjuti kasusnya bahwa dia dipindahkan langsung ke Penjara Damon, diinterogasi oleh polisi dan diberi jadwal untuk sesi pengadilan.
Al-Taweel baru saja dibebaskan dari penahanan administratifnya selama 11 bulan pada 5 Oktober 2021. Ia kembali dipanggil 20 hari setelahnya karena profesinya di bidang jurnalistik. Menurut ayahnya, pendudukan menargetkan Al-Taweel melalui penangkapan, yang menghambat hidupnya dan mencegahnya melanjutkan pendidikan akademis atau melanjutkan pekerjaan jurnalistiknya.
Sumber :
https://paltoday.ps/ar/post/438961/-72-ساعةمحكمة–الاحتلال–تمدد–اعتقال–الصحفية–بشرى–الطويل
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








