Rabu (23/3), Raafat Hamdouna, direktur “Pusat Studi Tawanan”, menyerukan organisasi HAM, organisasi kemanusiaan dan perlindungan anak, untuk menyerukan perlindungan anak-anak Palestina di penjara-penjara Israel. Dalam sebuah pernyataan, Hamdouneh mengimbau lembaga-lembaga internasional untuk menekankan hak dasar dan hak asasi ana-anak yang dikesampingkan oleh otoritas pendudukan.
Dia menjelaskan bahwa “israel merampas hak anak untuk hidup, hak keamanan, pendidikan dan penghidupan yang layak, meskipun itu semua telah disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa berdasarkan Resolusi No. 44/25 tanggal 20 November 1981.”
“Otoritas pendudukan menawan 160 anak-anak Palestina di penjara. Anak-anak ini menjadi sasaran pelanggaran mencolok yang melanggar semua norma dan perjanjian internasional yang menjamin perlindungan anak-anak untuk mengamankan hak-hak fisik, psikologis, dan pendidikan,” tambah Hamdouneh seraya menunjukkan bahwa “anak-anak Palestina di penjara Israel telah menderita gangguan kesehatan, dan psikologis, selain kenyataan bahwa banyak di antara anak-anak Palestina yang ditawan di dekat tahanan kriminal Yahudi.”
Sumber :
https://www.palinfo.com/news/2022/3/23
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







