Pada Rabu (16/3), Kementerian Tawanan dan Mantan Tawanan mendokumentasikan kesaksian pemuda Palestina yang dipukuli dan dianiaya oleh tentara pendudukan Israel selama penangkapan mereka. Kementerian mengutip kesaksian Khaled Muhammad Abu al-Baha (48), dari Ramallah, yang ditangkap pada pukul 2 dini hari. Pendudukan menyerbu rumahnya, meledakkan pintu-pintunya, dan mengacaukan isinya seketika. Kemudian, mereka membawanya berjalan sejauh 3 km ke kamp tentara. Dia berada di sana selama sekitar empat jam, sebelum dipindahkan ke Pusat Interogasi Etzion.
Adapun tawanan Yahya Ismail Saleh (31), dari Kota Hebron, ditangkap oleh tentara pendudukan setelah menggerebek rumahnya pada pukul tiga pagi. Seperti Abu al-Baha, tentara menggeledah rumahnya, membongkar isinya, kemudian ia dibawa ke Pusat Interogasi Etzion. Mahdi Yousef Taher Al-Barghouti (43), dari Ramallah, ditangkap oleh tentara pendudukan pada pukul empat pagi dari rumahnya setelah pintu diledakkan dan dibawa ke kamp Rantis dan kemudian ke Etzion.
Kementerian mengutuk serangan kriminal dan rasis Israel yang terus berulang terhadap warga Palestina dalam penangkapan dan deportasi mereka yang juga sangat bertentangan dengan semua perjanjian internasional yang menjamin hak asasi manusia.
Sumber :
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







