Anak yang dibebaskan dari tahanan Israel, Abdullah Abu Zmeiro, dari Jenin, menceritakan kondisi sulit yang dia hadapi di dalam penjara setelah dibebaskan setelah 70 hari ditawan oleh dinas intelijen. Abu Zmeiro mengatakan, “Sebuah mobil dengan 5 pria bertopeng menculik saya saat saya meninggalkan rumah sakit pemerintah pada 3 Januari lalu, dan mereka mengirim saya ke dinas intelijen.”
Abu Zmeiro menjelaskan bahwa selama penawanannya di dinas intelijen, dia mengalami penyiksaan, interogasi, dan ketika dia tidak sadarkan diri, dia diikat di sel yang tidak ada kasur atau penutupnya. Abu Zmeiro mengatakan bahwa dia sempat melakukan mogok makan selama 10 hari untuk mendapatkan kebebasannya dari penjara pihak berwenang.
Di balik penderitaannya, Abu Zmeiro mengatakan: “Alhamdulillah, saya biasa menghabiskan waktu saya untuk berdoa dan membaca Al-Qur’an, dan segala puji bagi Allah, Tuhan kita memberi saya kesabaran, dan tidak ada yang boleh ditakuti selain Allah.” Dia menambahkan: “Insya Allah, saya ingin menyelesaikan sekolah menengah dan menyelesaikan studi saya.”
Sementara itu, ayah Abu Zmeiro mengatakan, “Rumah kami telah berubah menjadi neraka. Kami tidak diperbolehkan melihatnya bahkan setelah dia dibebaskan dari penjara pendudukan. Hidup kami seperti neraka, begadang semalaman karena kecemasan yang kami dengar tentang penyiksaan dan penghinaan di penjara.”
Sumber :
https://www.palinfo.com/news/2022/3/14/عبد–الله–ابو–زميرو–تفاصيل-70-يوم–ا–من–التعذيب–بسجون–السلطة
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








