Sebanyak 500 tawanan administratif Palestina di penjara-penjara Israel telah memboikot Pengadilan Militer Israel selama 65 hari berturut-turut, sebagai protes terhadap penahanan administratif mereka yang tanpa tuduhan atau pengadilan dan tanpa batas waktu.
Kelompok advokasi tawanan Palestina mengatakan bahwa sebagai protes terhadap penahanan administratif mereka oleh otoritas pendudukan Israel, 500 tawanan administratif Palestina telah memboikot Pengadilan Militer Israel sejak 1 Januari 2022. Di antara mereka terdapat empat anak di bawah umur dan seorang wanita.
Boikot itu mencakup sidang-sidang awal untuk menegakkan perintah penahanan administratif, serta sidang-sidang banding dan sidang-sidang selanjutnya di Mahkamah Agung. Selama lebih dari dua minggu, tahanan yang sakit di penjara-penjara Israel juga telah memboikot klinik penjara, obat-obatan, dan pemeriksaan kesehatan, memprotes penahanan administratif mereka yang tidak adil, tanpa dakwaan atau pengadilan, dan menyerukan pembebasan segera.
Mereka juga mencatat bahwa penggunaan strategi penahanan administratif ini telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir untuk memasukkan perempuan, anak-anak dan orang tua. Sejak Maret 2002, jumlah orang Palestina dalam penahanan administratif tidak pernah turun di bawah 100. Pada 2015 saja, ‘Israel’ mengeluarkan 1.248 perintah penahanan administratif. Menurut kelompok advokasi tawanan Palestina, saat ini terdapat 4.500 warga Palestina yang ditawan di penjara pendudukan Israel, termasuk 32 perempuan, 180 anak di bawah umur, dan 500 tahanan administratif.
Direktur Asosiasi Dukungan Tawanan dan Hak Asasi Manusia Addameer, pengacara Sahar Francis, mengatakan kepada Haaretz bahwa “Otoritas pendudukan tidak menghormati batasan yang telah ditetapkan hukum internasional serta memaksakan penahanan administratif secara sewenang-wenang. Ini merupakan kejahatan perang menurut hukum pendudukan.”
Sumber :
https://english.wafa.ps/Pages/Details/128296
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








