Ratusan perempuan Palestina membanjiri platform media sosial dengan foto-foto thobe (gaun) Palestina mereka yang disulam rumit sebagai bagian dari kampanye daring untuk menyoroti dan melindungi tradisi tersebut.
Kampanye yang diluncurkan pada 17 Februari oleh Falastini TV, saluran berbasis Palestina yang didedikasikan untuk seni dan budaya, dirancang untuk menjelaskan warisan Palestina serta mendidik orang-orang tentang asal-usulnya.
Thobe Palestina, dan gaya sulaman tatreez yang digunakan untuk menambahkan detail pada pakaian, telah bertahan selama 3.000 tahun, dan dipandang sebagai bagian dari budaya dan identitas Palestina.
Sejumlah tagar telah digunakan untuk membagikan gambar orang-orang dengan thobe mereka, seperti #MyHistoricalThobe, #PalestinianEmbroidery, dan #OurHeritageIsNotForStealing. Tagar tersebut dituliskan dalam bahasa Inggris dan Arab.
Sumaya Souqi, spesialis komunikasi pemasaran senior di Falastini TV, menyoroti pentingnya kampanye tersebut. “Thobe Palestina selalu ditenun oleh perempuan Palestina. Warisan Palestina ini hadir dalam kain sutra dan beludru. Thobe Palestina mencerminkan sejarah, peradaban, keaslian, dan warisan Palestina tercinta,” katanya kepada Middle East Eye.
“Orang Palestina menganggap thobe sebagai warisan, sebagai senjata untuk mempertahankan sejarah dan identitas mereka, dan itulah mengapa mencuri thobe seperti mencuri seluruh hidup mereka,” terang Souqi .
Contoh pencurian warisan tersebut, menurut Souqi, termasuk ketika Menteri Kebudayaan Israel Miri Regev mengenakan gaun bergambar Kota Tua Al-Quds, Masjid Al-Aqsa, dan Kubba as-Sakhrah.
Menurut Souqi, kampanye tersebut berhasil, dan menerima banyak umpan balik dan keterlibatan dari para pendukung secara daring. Di antara mereka yang berpartisipasi dalam kampanye tersebut adalah perempuan aktivis Palestina Muna el-Kurd, yang telah menjadi ikon dan juru bicara terkemuka di media sosial melalui dokumentasi serangan terhadap rumah keluarganya di Sheikh Jarrah, dan juga serangan terhadap keluarga lain di lingkungan itu.
Tahun lalu, Unesco menambahkan bordir Palestina ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda. Tradisi menyulam, yang dikenal dengan tatreez, adalah seni menjahit pola dan motif dengan benang berwarna cerah pada pakaian.
Pada saat itu, Perdana Menteri Otoritas Palestina (PA) Mohammad Shtayyeh berterima kasih kepada Unesco atas penyertaan tradisi tersebut, menyebutnya sebagai langkah penting dan tepat waktu.
Motif dan warna sulaman thobe bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, mencerminkan karakteristik unik desa dan kota Palestina. Setiap kota memiliki gaya polanya sendiri dan menggunakan koleksi benang yang dipesan lebih dahulu untuk digunakan dalam tatreez.
Sumber :
https://www.middleeasteye.net/discover/thobe-palestinian-heritage-online-campaign-celebrates
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








