Jakarta – Adara Relief International menggelar peringatan Milad ke-14 pada Minggu, 13 Februari 2022. Lembaga kemanusiaan yang didirikan pada 14 Februari 2008 silam atas inisiasi Yoyoh Yusroh (almarhumah) dan Siti Zaenab tersebut, rutin melakukan tiga aktivitas utama.
Pertama, edukasi tiada henti untuk membuka kesadaran dan nurani masyarakat agar terus berjuang dan peduli Palestina. Kedua, menjalankan strategi yang terus diperbaharaui baik dalam internal maupun eksternal organisasi, dengan banyak melakukan evaluasi serta perubahan. Ketiga, Adara senantiasa meningkatkan donasi yang meliputi empat segmen, yakni ~Emergency, Seasonal, Light Up Al-Aqsa, dan Life Improvement.

Acara yang dibuka dengan sambutan oleh Direktur Eksekutif Adara Sri Vira Chandra tersebut, berlangsung secara virtual melalui kanal youtube Adara. Dalam sambutannya, Sri Vira Chandra mengucapkan rasa terima kasihnya kepada tokoh-tokoh pendahulu yang mendirikan dan merintis Adara. Ia menegaskan, merekalah yang telah menjejakkan langkah keteladanan kepada para penerus saat ini.
“Dari hanya tiga orang, kini Adara tumbuh berkembang menuju lembaga profesional dan menjadi rujukan. Terima kasih atas segala keteladanan, arahan, dari para pendahulu kami,” ungkap Sri Vira. Adara tidak hanya menyalurkan donasi, tetapi juga menebarkan cinta dan kebahagiaan. “Selama empat belas tahun, kita bisa melihat anak dan perempuan Palestina yang menerima kebaikan dari sahabat Adara, ikut merasakan cinta. Cinta terhadap sesama yang didasari keikhlasan dan kerja keras,” lanjutnya.
Pada acara Milad ke-14, Adara juga memperkenalkan jargon terbarunya, ‘Mulai Kebaikan Hari Ini’. Jargon tersebut diusung agar siapapun tidak perlu takut dan ragu untuk memulai sebuah kebaikan.
Tak hanya itu, Adara turut mensosialisasikan tujuh campaign flagship 2022. Antara lain program Orang Tua Asuh, program Pemberdayaan, program Light Up Al-Aqsa, program Baitul Maqdis Activity Book, program Wakaf Sumur, program Kelas Al-Qur’an, dan program Solusi Pangan Palestina. Selain itu, terdapat tujuh event yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2022 yaitu Aqsa Week, Maryam Academy, Saladin Mission, Aqsa Berkisah, Kisah Tawanan Perempuan-Perempuan Indonesia & Palestina Di Balik Jeruji, Ngopi Bareng Anak Muda Peduli Palestina, dan Family Fest 4.
Empat belas tahun sudah Adara hadir, telah begitu banyak kebaikan yang teman-teman muslim rasakan. “Kepada Adara Relief International di Indonesia, selamat dan berkah pada hari peringatan berdirinya yang ke-14. Kami berharap sukses selalu menyertai dalam setiap langkah kebaikan yang Adara tebarkan,” ucap Mahmud Samhoon asal Lebanon dan Abdur Rahman, Gaza.
“Kami mengucapkan selamat pada hari yang berbahagia ini, semoga Adara selalu disertai keberhasilan dan kesuksesan,” kata Emad Omar, perwakilan organisasi medis Turki.
Amal Alluqthoh, Gaza, mengucapkan, “Pada hari peringatan yang ke-14, kami dari Gaza berharap berkah untuk Adara di Indonesia. Kami sangat berterima kasih. Adara merupakan lembaga filantropi yang terus menyalurkan bantuan untuk pemuda dan anak Palestina dengan program-program amal terbaiknya, semoga Adara selalu dalam kebaikan.”
Tak berhenti sampai di situ, istri Walikota Depok Elly Frida turut mengatakan, “Semoga Adara semakin massif dalam melakukan berbagai kebaikan, baik dalam edukasi dan advokasinya. Sukses terus untuk Adara.”
Psikolog Muthmainnah Mufidah mengucapkan, “Harapan untuk Adara pastinya semakin maju, semakin professional, dan menjadi rujukan utama untuk donasi Palestina.”
“Adara Relief senantiasa menjadi jembatan dan penunjang bagi kami yang kurang tahu mengenai Palestina, untuk bisa terus mendukung anak-anak dan perempuan Palestina,” imbuh Fashion Desaigner Nina Nugroho.
Di penghujung acara, Ustadzah Banna Sari dan Direktur Eksekutif Adara Sri Vira Chandra, memperkenalkan nasi maqlubah. Maqlubah yang berarti ‘dibalik’ adalah nama makanan khas Palestina.

“Hidangan kemenangan ini bermakna seperti selendang sutera yang menghapus kelelahan, juga keteguhan, ketegaran, dan tekad percaya suatu saat kezaliman akan berbalik. Kejahatan takkan selamanya ada, pasti berganti dengan kedamaian,” ungkap Ustadzah Banna Sari.
Di tempat asalnya, nasi maqlubah dihidangkan untuk dimakan dengan tangan. Nasi maqlubah juga bisa dinikmati dengan roti pita atau roti yang tipis. Nasi maqlubah ini memiliki cara yang unik dalam mengolahnya, susunan bahan-bahan yang terdiri dari daging kambing bagian paha disimpan di paling bawah, di atas daging kambing disimpan sayuran seperti terung, wortel, tomat, dan kismis. Terakhir, nasi ditaruh dipaling atas. Begitu disajikan, panci tersebut dibalik sehingga urutan bahan-bahan masakan tadi menjadi terbalik.
“Kami balikkan saat menghidangkannya di hadapan mereka, seolah kami mengatakan: “Amati sesuka hatimu karena waktu akan berganti, sang pemenang yang akhirnya akan menertawakanmu. Kami yakin hari akan berganti dengan semerbaknya kemenangan, dan keadilan.” Berdasarkan filosofi nasi maqlubah tersebut, kaum muslimin Palestina mempunyai keyakinan, meskipun sekarang terjajah besok pasti akan bebas.
Terakhir, acara Milad ke-14 yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam ini ditutup dengan pengumuman pemenang doorprize dan donation challenge.






![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


