Kelompok hak asasi manusia Israel, B’Tselem, pada Kamis (3/2) memperlihatkan dokumentasi sebuah insiden mengerikan yang terjadi pada 12 Desember 2021. Di sana terekam tentara Israel menyekap 21 anggota keluarga, temasuk tujuh anak di bawah umur, menyerang mereka dan memukuli sebagian dari mereka.
Adapun kronologi kejadian tersebut, B’Tselem melaporkan bahwa pada hari tersebut, sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat, pasukan Israel mengetuk apartemen milik Mahmoud Salhab (57) dan Nidaa Salhab (55) yang tinggal bersama keempat anak mereka di Khirbet Qalqas, Hebron.
Sekitar 20 tentara masuk dan meminta keterangan keberadaan anak mereka, Anas Salhab (24), seorang mahasiswa di Universitas Hebron. Mereka kemudian mengunci Anas di kamarnya dan membawa Mahmoud beserta ketiga anaknya ke dalam gudang.
Tentara pun membawa anggota keluarga lain ke dalam gudang tersebut hingga terdapat 21 orang di dalamnya, termasuk tujuh anak di bawah umur, serta sepuluh tentara yang menjaga mereka.
Dari gudang, mereka mendengar suara Anas yang menjerit karena dipukuli tentara. Ibrahim Salhab (16) yang mencoba untuk protes, turut diserang dan dipukuli tentara.
Tentara juga menyeret sepupu Anas, Osama Salhab (24), hingga membuat kepalanya terbentur aquarium kosong dan terluka. Tentara memanggil ambulans militer untuk membawanya menuju Soroka Medical Center di Beersheba.
Sekitar pukul 02.30 pagi waktu setempat, tentara pergi dengan membawa Anas yang diborgol dan ditutup matanya, membawanya menuju Pusat Penahanan Etzion. Selama perjalanan, Anas tidak diberi makan, minum, maupun akses ke toilet.
Dalam pusat penahanan tersebut, Anas diinterogasi oleh seorang petugas dan memperingatkannya untuk tidak berpartisipasi dalam sebuah kegiatan dan membebaskannya bersama mereka yang juga ditangkap untuk keperluan serupa.
Setelah tentara pergi, lima anggota keluarga dilarikan ke rumah sakit karena tiga dari mereka mengalami memar-memar dan dua dari mereka shock berat.
Sementara itu, Osama Salhab dibebaskan keesokan harinya untuk kemudian ditangkap kembali dengan dakwaan penyerangan terhadap tentara pada malam penangkapan tersebut.
Sumber :
https://english.wafa.ps/Pages/Details/127903
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








