Dua perwira militer Israel akan dipecat dari posisi mereka, sementara seorang komandan batalayon mendapat teguran setelah dilakukannya investigasi atas kasus kematian seorang pria keturunan Palestina-Amerika berusia 80 tahun, Omar Abdelmajeed As’ad akibat ditahan dan disiksa oleh pasukan pendudukan pada Januari lalu.
Militer Israel, IOF, menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi akibat “kegagalan moral dan pengambilan keputusan yang buruk.”
Perwakilan IOF pun telah meneruskan temuan tersebut kepada atase militer Amerika Serikat (AS) yang menuntut klarifikasi atas kejadian tersebut. “Mengingat kegagalan ini, komandan peleton dan komandan kompi akan segera dipindahkan dari posisi mereka dan dilarang untuk menjabat posisi komando apa pun selama dua tahun ke depan, sementara kepala batalayon, Netzah Yehuda, secara resmi akan ditegur oleh Kepala Komando Pusat IOF,” terang militer Israel.
Hukuman yang dijatuhkan kepada tiga pasukan pendudukan tersebut jauh lebih ringan dibanding hukuman kepada warga Palestina, termasuk jika dibandingkan dengan hukuman anak di bawah umur karena melempar batu, meskipun tidak ada kerusakan atau bahaya yang ditimbulkan, mereka harus menerima hukuman 20 tahun penjara.
Sumber :
https://www.#/20220201-israeli-soldiers-fired-over-killing-of-elderly-palestinian-us-national/
https://www.aljazeera.com/news/2022/2/1/israel-punishes-officers-in-death-of-elderly-palestinian-man
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








