Seorang pria Amerika-Palestina berusia 80 tahun, Omar Muhammad Asad, yang meninggal tak lama setelah ditahan oleh pasukan Israel, dilaporkan meninggal akibat serangan jantung karena mengalami stres akibat diinterogasi, disumpal, dan diborgol pada dini hari dalam cuaca yang dingin (26/1).
Laporan otopsi mengungkapkan bahwa Asad mengalami memar di kepalanya akibat cedera otak traumatis yang tidak diketahui sebabnya. Ia juga mengalami pendarahan internal di kelopak matanya karena ditutup dengan ikatan yang kuat dan juga mengalami luka di pergelangan tangan akibat diikat.
Asad sedang dalam perjalann pulang bersama keluarganya setelah mengunjungi sanak saudaranya. Dalam perjalanan, mereka dihentikan oleh tentara Israel dan Asad ditahan selama beberapa jam di sebuah rumah yang sedang dibangun sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Sumber :
https://www.middleeasteye.net/news/palestinian-american-died-heart-attack-israel-detention-autopsy
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








