Warga Palestina terus kehilangan akses menuju sumber air di Lembah Yordan setelah para pemukim Yahudi mengambil alih mata air yang juga disertai ancaman, intimidasi, dan pagar pembatas untuk memastikan kontrol terhadap sumber air yang dekat dengan permukiman.
Ein Hilweh, terletak di daerah Wadi al-Malih, memiliki ciri iklim yang hangat dan kelimpahan air. Menjadikannya sebagai daerah pertanian dan tempat menggembala yang diidamkan oleh banyak petani Tubas.
Upaya pemukim Yahudi untuk merampas sumber air tentu mengurangi jumlah ternak dan hewan yang ada. Hal ini merupakan strategi Israel untuk menekan warga Palestina dan upaya pengusiran secara tidak langsung, yang apabila sumber air terputus, maka mereka akan meninggalkan wilayah tersebut.
Survei yang dilakukan oleh kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menunjukkan bahwa tiga puluh mata air berada di bawah kendali pemukim. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa hilangnya akses terhadap sumber air mengurangi secara signifikan pendapatan para petani yang terdampak akibat penurunan produktivitas tanaman mereka.
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.







