Sekitar 500 tawanan administratif Palestina, termasuk tiga anak di bawah umur dan seorang perempuan, di penjara-penjara Israel melanjutkan aksi boikot terhadap Pengadilan Militer Israel atas penahanan administratif yang tanpa dakwaan atau pengadilan, untuk hari ke-19 secara berturut-turut (19/1).
Sejak Maret 2002, jumlah tawanan administratif Palestina di penjara milik Israel tidak pernah kurang dari 100 orang. “Pengadilan militer Israel adalah unsur penting negara pendudukan dalam sistem penindasannya,” kata para tawanan. Mereka menggambarkan bahwa pengadilan Israel merupakan unsur penegak apartheid yang telah menghabiskan ratusan tahun dari kehidupan rakyat Palestina di bawah penahanan administratif dengan dugaan fiktif.
Menurut kelompok advokasi tawanan Palestina, saat ini setidaknya terdapat 4.600 rakyat Palestina yang ditawan, termasuk 160 anak di bawah umur, 34 perempuan, dan 500 tawanan administratif.
Sumber :
https://qudsnen.co/500-palestinian-administrative-detainees-continue-to-boycott-israeli-military-courts-for-19th-day/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








