Omar Abdulmajeed As’ad (80) wafat setelah ditangkap dan mengalami kekerasan dari pasukan Israel di Jiljiya, Tepi Barat. Departemen Amerika Serikat pada Kamis (13/1) mengatakan bahwa As’ad merupakan WN Amerika dan pihaknya telah meminta klarifikasi Israel atas insiden tersebut.
Militer Israel berdalih bahwa insiden tersebut diawali dengan operasi yang mereka lakukan di desa tersebut yang dimana terdapat As’ad di dalamnya dan ia ditangkap karena menolak untuk dilakukan pemeriksaan. Mereka juga mengklaim bahwa ia masih hidup ketika dibebaskan.
Saudaranya menuturkan bahwa As’ad merupakan penduduk Milwaukee, Wisconsin, AS, dan kembali ke Tepi Barat 10 tahun yang lalu.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price mengatakan, “Kami mendukung penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.” Ia juga mengungkapkan bahwa Departemen Luar Negeri juga menyatakan belasungkawa mereka kepada keluarga As’ad dan memberikan tawaran bantuan konsuler.
Keluarga As’ad menunda pemakaman hingga Kamis (13/1) untuk keperluan pemeriksaan jenazah. “Ada kemungkinan ia mengalami serangan jantung atau panik.” Ungkap Abu Zaher, dokter setempat, menyatakan bahwa As’ad pernah melakukan operasi jantung terbuka dan kateterisasi jantung.
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, dalam unggahannya di Facebook mengungkapkan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk kejahatan pasukan Israel. Sementara itu, juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Amnon Shefler mengatakan, “Militer akan menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan profesional sesuai nilai-nilai dan protokol kami.”
Sumber :
https://english.alarabiya.net/News/middle-east/2022/01/12/Handcuffed-80-year-old-found-dead-after-Israel-West-Bank-raid-Palestinians







