Beirut – Dalam rangkaian perjalanan “Bashmah Journey”, tim Adara berkesempatan mengunjungi salah satu kamp pengungsian terburuk, yaitu kamp Burj Al Barajinah pada Rabu (8/12).
Kamp pengungsian ini tidak memiliki fasilitas yang memadai, listrik terbatas, rumah dan jalanan yang sangat sempit.
Di sepanjang jalan kamp terdapat kabel-kabel listrik menjuntai dengan tidak rapi akibat minimnya perhatian pemerintah terhadap kamp pengungsian. Kabel-kabel itu juga sangat membahayakan anak-anak dan para warga karena dapat menyebabkan tersentrum listrik hingga mati. Terutama di musim dingin, karena air hujan mengguyur kabel-kabel juga menyebabkan air menggenang di jalanan.
Saat itu, tim Adara berkesempatan mengunjungi salah satu keluarga beranggota seorang ibu dan empat anak. Mereka berasal dari Safad – Palestina, lalu mengungsi ke pengungsian Gaza, lalu mengungsi lagi ke pengungsian Lebanon, tepatnya di Burj Al Barajinah seperti saat ini.
Realita bahwa mereka adalah pengungsi Palestina yang mengungsi lagi, tidak menyurutkan semangat ibu-ibu untuk mengajarkan anak-anaknya bahwa mereka adalah bangsa Palestina. Ketika anak-anak itu ditanya “Siapa kalian?”, mereka menjawab “Aku anak Palestina, cita-citaku membebaskan Palestina dan Masjid Al Aqsa”.
Di Kamp Burj Al Barajinah ini mereka tinggal di salah satu rumah susun dengan kondisi rumah yang sangat gelap. Karpet yang mereka gunakan di lantai pun sedikit lembab. Karena itu mereka sangat membutuhkan bantuan untuk menghadapi musim dingin.
Mari kuatkan mereka untuk bertahan di musim dingin.







