Pasukan khusus Israel, Nahshon, secara brutal menyerang seorang tawanan perempuan Palestina saat ia dipindahkan dengan bosta, kata Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) dalam sebuah pernyataan pada Kamis (16/12).
Bosta adalah kendaraan transfer penjara Israel, tempat para tawanan Palestina diborgol sepanjang jalan menuju dan/atau kembali dari pengadilan atau klinik sambil duduk di kursi besi. Beberapa tawanan menggambarkan kendaraan berjendela gelap itu sebagai “kuburan” sementara yang lain mengatakan bahwa itu sebenarnya adalah “sel mobil dengan kursi besi yang hampir tidak dapat menampung satu orang dalam posisi duduk”.
PPS mengutuk serangan brutal tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut menunjukkan dengan jelas penderitaan sehari-hari yang dialami para perempuan tawanan Palestina di penjara-penjara Israel.
PPS menambahkan bahwa tawanan Palestina di penjara Rimon Israel dan penjara lainnya telah memutuskan untuk menutup bagian tersebut sebagai protes terhadap serangan tawanan perempuan, dengan mengatakan langkah lebih lanjut akan diambil.
Perlu dicatat bahwa pasukan Nahshon adalah ‘pasukan khusus’ terlatih dan berpengalaman, yang memiliki seragam khusus. Tugas utama unit ini termasuk memindahkan tawanan dari satu penjara ke penjara lain, atau dari pengadilan ke penjara, serta memindahkan tawanan yang sakit dan menjaga penjara tetap terkendali. Unit ini khusus digunakan untuk mematahkan keinginan tawanan.
Unit khusus menggerebek bagian-bagian penjara, menggunakan kekuatan berlebihan dengan melemparkan bom gas air mata ke dalam ruangan tertutup dan juga menembakkan peluru karet. Unit khusus tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah besar tentara Israel dengan anjing mereka, menggeledah kamar, merusak, dan menyita beberapa barang miliknya.
Ada 4.550 warga Palestina yang ditawan di penjara pendudukan Israel, termasuk 32 perempuan, 170 anak di bawah umur, dan 500 tawanan administratif yang ditawan tanpa dakwaan atau pengadilan.
Sumber : Quds Network








