Rifqa El-Kurd, Pohon Melati Palestina #5
Rifqa El-Kurd, nenek dari Muna dan Mohammed, diberitakan tutup usia pada 16 Juni 2020 dalam usia 103 tahun. Mohammed menerbitkan buku kumpulan puisi dengan namanya, Rifqa. Hal ini sebab salah satu puisinya yang berjudul “This is why we dance,” dimulai dengan, “Home, in my memory, is a green, worn-out couch / And my grandmother in every poem.”
Mohammed yang saat ini tinggal dan menempuh studi masternya di Amerika Serikat, telah mendapat banyak sorotan atas tulisannya, terutama puisi-puisinya, yang banyak mengeksplorasi testimoni warga Palestina yang menjadi korban penggusuran, pembersihan etnis, dan tindak kekerasan Israel. Menurut Mohammed, yang ia saksikan dari para perempuan di lingkungannya, seperti nenek, ibu, dan bibinya adalah perempuan Palestina tidak hanya berperan sebagai perawat untuk mereka yang terluka, tetapi juga memiliki peran kepemimpinan.

Mohammed menceritakan dalam tulisannya, My Grandmother, Icon of Palestinian Resilience, yang dipublikasikan oleh The Nation pada 1 Juli 2020, bahwa perjuangan yang dialami oleh neneknya, Rifqa, telah menjadi inspirasinya dalam bergerak melawan pendudukan Israel.
“Selama seratus tahun, ia berjalan di antara kebanggaan dan harga diri. Nenek mengajarkan saya semua yang saya tahu tentang martabat. Ia mengajarkan cara meluncurkan kalimat saya seperti rudal. Ia memperlihatkan bagaimana menjadi tangguh bahkan dalam menghadapi pengusiran, hukuman uang, puluhan persidangan, dan ancaman penjara, ia tetap bertahan. ‘Saya hanya akan setuju untuk meninggalkan Sheikh Jarrah untuk kembali ke rumah saya di Haifa yang terpaksa saya tinggalkan pada 1948,’ itu ungkapannya yang terkenal, yaitu menuntut haknya kembali”
Pada hari wafatnya Rifqa El Kurd, media sosial dipenuhi bela sungkawa dan berita berduka atas wafatnya “pohon melati Palestina” yang juga disebut orang Israel sebagai “simbol ketahanan Palestina”. Pohon melati itu tumbuh dan berkembang melewati “Nakba”, “Naksa”, kemudian “Nakba baru” pada masa tuanya. Hingga akhir hidup, Rifqa tidak pernah menyerah akan perjuangannya membebaskan Palestina.
Barangkali, kekuatan Rifqa juga menjadi inspirasi Muna dalam pidato yang disampaikannya dengan kuat pada hari kelulusannya di Universitas Birzeit, 30 Juni 2021.

“Saya membawa salam dari lingkungan Seikh Jarrah dan dari kastil Silwan yang teguh. Saya yakin Anda tahu tentang lingkungan itu, bukan hanya karena sedang dibicarakan di media dan berita, tetapi juga karena mengingatkan kita akan ‘Nakba’ yang belum berakhir sejak 1948 dan terus terjadi di lingkungan Sheikh Jarrah, Silwan dan Lifta, serta di seluruh Al-Quds.
“Di Beita, Lembah Yordan, di seberang Tepi Barat, di pedalaman yang diduduki, Gaza, dan di diaspora, terus berlangsung pemindahan paksa, pembongkaran rumah, pembersihan etnis, penangkapan dan pengasingan, dan daftar (kejahatan) lainnya. Jangan diam tentang penindasan; penindasan kebebasan, penangkapan, dan penawanan politik. Selalu dokumentasikan pelanggaran dan masukkan ke media sosial. Kita menjalani era baru, orang Palestina dapat berbicara keras dan mengekspresikan diri. Insya Allah, penggusuran ilegal yang diberlakukan di lingkungan Sheikh Jarrah akan berakhir, dan keputusan pemindahan paksa terhadap kami akan dicabut sehingga kami dapat menyambut Anda di rumah kami”
Rifqa El-Kurd, pohon melati Palestina itu memang telah mangkat. Namun, kuntum-kuntumnya yang pernah bermekaran, telah menebarkan harumnya ke mana-mana. Perjuangan dan perlawanannya disaksikan anak-anak zaman yang pada gilirannya menjadi penerus untuk menjadi pohon-pohon baru di tanah mereka; menjadi bunga, menebar wangi, menjelma lambang keberadaan yang tidak mungkin dicabut begitu saja dari tanah tempat mereka berasal.
Penulis :
Ihdal Husnayain, SE, MSi (Han).
Penulis merupakan anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita anak dan perempuan Palestina. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UI dan telah menempuh pendidikan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia.
Sumber
https://www.middleeasteye.net/video/were-not-leaving-our-rightful-homes-mohammed-el-kurd-speaks-mee-sheikh-jarrah
https://www.ochaopt.org/50Stories/Rifqa_Al_Kurd-Sheikh_Jarrah.html
https://mondoweiss.net/2021/05/a-new-generation-of-palestinians-is-leading-the-fight-in-sheikh-jarrah/
https://www.#/20210701-jerusalem-icon-muna-el-kurd-highlights-sheikh-jarrah-struggle-in-graduation-speech/
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/sheikh-jarrah-neighborhood-in-jerusalem-the-full-story/2233523
https://www.aljazeera.com/news/2021/5/11/sheikh-jarrah-residents-speak-out-on-israels-forced-expulsions
https://www.aljazeera.com/news/2021/5/21/we-dont-sleep-at-night-palestinians-in-sheikh-jarrah
https://www.palestinechronicle.com/watch-muna-el-kurd-highlights-sheikh-jarrah-struggle-in-graduation-speech/
https://english.alaraby.co.uk/news/muna-el-kurd-delivers-hard-hitting-graduation-speech
https://www.arabnews.com/node/1872866
https://www.aljazeera.com/news/2021/5/1/what-is-happening-in-occupied-east-jerusalems-sheikh-jarrah
https://www.thenation.com/article/world/palestinian-grandmother-resistance/
https://thenewinquiry.com/palestine-is-free-if-you-want-it/
https://www.aljazeera.com/news/2021/5/21/we-dont-sleep-at-night-palestinians-in-sheikh-jarrah
https://www.aljazeera.com/opinions/2018/10/25/palestinian-women-an-untold-history-of-leadership-and-resistance
https://www.thenationalnews.com/mena/sheikh-jarrah-campaigners-muna-and-mohammed-el-kurd-freed-1.1235827








