Bassam Abu Sbeitan (18) dari Al Quds yang diduduki, mengatakan bahwa dokter Zionis di rumah sakit Hadassah ikut menyiksanya setelah ia ditembak polisi Zionis.
Abu Sbeitan menceritakan kejadian tersebut kepada Pusat Informasi Hilweh. Hari itu, ia sedang pergi membeli obat untuk ibunya saat terjadi konfrontasi di daerah tersebut. Tiba-tiba polisi Zionis datang dan memerintahkannya untuk berhenti.
Baca juga: Pasukan Pendudukan Zionis Hancurkan Mimpi Sepasang Kekasih yang Akan Menikah
“Saya takut dan mencoba melarikan diri tetapi saya tidak bisa berjalan cepat karena saya memiliki implan di kaki saya, karena dulu saya pernah melakukan operasi untuk mengobati patah kaki. Saat melarikan diri, saya jatuh di tangga dan mengalami patah tulang. Kemudian polisi Zionis menangkap saya dan memukuli saya meskipun saya mengatakan kepada mereka bahwa saya mengalami patah tulang.”
Remaja berusia 18 tahun itu menambahkan bahwa tentara Zionis bersikeras untuk merantainya. Salah satu polisi berkata: “Bahkan jika kakimu diamputasi, kami akan tetap membelenggu.”
“Para polisi melemparkan saya ke tanah dan terus melemparkan tabung gas air mata dan menembaki semua orang di jalan. Saya melihat mereka mendorong ibu dan saudara laki-laki saya pergi. Saya berteriak kesakitan dan mereka tertawa.”
Baca juga: Pemukim dan Tentara Zionis Mengganggu Murid Sekolah Perempuan di Tepi Barat
Kemudian setelah menangkap Abu Sbeitan, polisi Israel memaksanya naik ke atas dan menariknya setiap kali dia jatuh. Menurut Abu Sbeitan, ambulans tiba setelah setengah jam. Perjalanan ke rumah sakit Hadassah memakan waktu tiga jam.
Setibanya di rumah sakit, ketika dokter Israel tahu bahwa Abu Sbeitan adalah seorang tawanan, mereka mulai menghinanya, dan salah satu dari mereka bahkan memukuli kakinya yang patah.
“Dia bertanya kepada saya kaki mana yang sakit, lalu dia berkata dia akan melakukan hal yang sama pada kaki lainnya. Seorang dokter dan seorang polisi terus tertawa saat mereka memukuli saya. Salah satu dari mereka berkata kepada yang lain: ‘ketika Anda memukulinya, pastikan kamera mati.”
Pengadilan Zionis Israel telah memutuskan untuk membebaskan Bassam Abu Sbeitan dengan jaminan.
Sumber: Qudsnen
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








