Sejumlah anak Palestina juga terjaring dalam gelombang penangkapan terbaru Zionis.
Mustafa Amira yang berusia tiga belas tahun, dari kota Nilin dekat Ramallah, ditangkap oleh tentara Zionis pekan lalu ketika berada di tanah desa dekat tembok pemisah yang dibangun oleh Zionis untuk memisahkan daerah itu dari permukiman. Ayahnya, Khalil Amira, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Mustafa dan sepupunya Muhammad, 15, ditangkap dan dipukuli oleh sekitar 10 tentara Zionis dan ditawan semalam oleh polisi Zionis tanpa diberi makanan atau air.
Foto Mustafa menunjukkan ia mengalami bengkak, memar, dan luka di mata dan wajahnya.
Baca juga: Pemukim Zionis Menusuk Supir Bus di Al-Quds
“Ia diseret ke tanah oleh tentara sebelum diserahkan ke polisi yang menginterogasinya selama berjam-jam,” kata Amira. “Mengapa begitu banyak pria bersenjata harus memukuli seorang anak laki-laki? Jika mereka memiliki kasus terhadapnya, mengapa mereka tidak menanganinya secara hukum dan mengajukan tuntutan?” Amira mengatakan ia tidak mengizinkan anaknya untuk keluar sementara waktu karena anak itu masih trauma dengan pengalamannya.
Menurut Ziad Abu Latifa, seorang paramedis dengan Bulan Sabit Merah Palestina di el-Bireh, yang secara teratur mengirim ambulans ke Nilin, pemukulan dan pelecehan anak di bawah umur oleh pasukan keamanan Israel adalah masalah yang sedang berlangsung.
“Saya telah menangani banyak kasus anak di bawah umur dipukuli, termasuk dengan popor senapan, yang menyebabkan patah tulang, pendarahan, dan luka wajah yang dalam,” kata Abu Latifa kepada Al Jazeera.
Sumber: Aljazeera
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








