• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Tawanan Wanita Palestina, Bidadari-bidadari Yang Terpasung

by Adara Relief International
Mei 10, 2016
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Tawanan Wanita Palestina, Bidadari-bidadari Yang Terpasung
94
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Penjajah Israel meletakkan wanita Palestina sebagai target langsung; dibunuh, ditawan, diusir, dideportasi tanpa mempertahankan undang-undang internasional atau HAM.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Sejak menjajah Palestina wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza tahun 1967 hingga April 2011, Israel telah menangkap 12 ribu perempuan Palestina, 850 ditangkap selama Intifadahah Al-Aqsha (September 2000-2005), termasuk ibu-ibu, remaja putri di bawah umur 18 tahun. Hingga awal tahun 2016 masih ada 62 wanita Palestina mendekam di penjara penjajah.

Situasi Penangkapan dan Penahanan Buruk

Tawanan wanita Palestina mengalami siksaan fisik dan psikis dari sejak ditangkap hingga di penjara. Di sisi lain dan kondisi kehidupan mereka sangat keras karena kerap mengalami sanksi dan tindakan kejam tak berkemanusiaan. Mereka ditahan di tempat yang tidak layak tanpa mempertahankan kebutuhan asasi dan prifavasi mereka. Padahal itu dijamin undang-undang internasional dan HAM. Mereka juga kerap mendapatkan perlakukan dan ucapan kasar dan kotor dari sipir penjara. Belum lagi kekerasan yang mereka alami saat mereka digiring ke mahkamah atau saat dipindahkan atau penggeledahan ruangan.

Dinas tahanan Israel juga melakukan sejumlah pelanggaran hak terhadap tawanan wanita Palestina. Mereka menggunakan gas air mata, memukuli, mengisolasi di sel pribadi hingga lebih dari 1 bulan, dilarang berjemur, hingga sanksi pribadi seperti larangan kunjungan keluarga, pemberian denda.

Isolasi

Ada enam tawanan wanita Palestina yang diisolasi; Arin Shaibat, Suad Hamd, Suad Nazzal, Halah Jabr, Nasrin Abu Zinah.

Ibu-ibu Palestina Yang Melahirkan di Penjara

Di antara tawanan wanita Palestina ada yang terpaksa hamil hingga melahirkan bayinya di penjara. Tawanan Samr Shabih mengatakan, “Saya berharap bisa melahirkan anak saya pertama sebagaimana ibu-ibu lainnya yang ditunggui oleh kerabatnya. Namun kehendak Allah di atas segalanya. Saya menanggung kesulitan melahirkan. Saya harus tertekan karena bayi saya lahir dan tumbuh di ruang penjara yang lembab tanpa ventilasi dan penuh dengan serangga. Apalagi kebutuhan bayi yang utama tidak ada sama sekali.”

Tindakan Sewenang-wenang

Tawanan wanita Palestina mengalami tidakan sewenang-wenang dari Israel. Dari pemindahan ke ruang tahanan lain semena-mena, diadili selama 12 jam tanpa henti, keletihan fisik dan psikis saat diadili, dilarang dijenguk keluarga, kekuarangan pakaian, penghangat. Apalagi Israel melarang pembelian pakaian penghangat.

Selain itu, mereka juga mengalami siksaan psikis berupa; dijauhkan dari anak, suami, rumah dan kehilangan perasaan keibuan, dilarang bertemu langsung dengan anak-anak mereka yang usianya di bawah 6 tahun, suami dilarang menjenguk, hingga dalam jangka bertahun-tahun. Ini melanggara piagam Jenewa IV pasal 82, pemeriksaan disertai pelucutan pakaian saat mereka dibesuk keluarganya, ditempatkan di dekat narapidana wanita yahudi yang sering mengganggu dan melakukan kekerasan terhadap tawanan Palestina.

Mogok Makan

Tahun 1984 tawanan wanita Palestina pernah mogok makan selaam 18 hari, 1992 selama 15 hari, 1996 selama 18 hari, 1998 selama 10 hari dan sejumlah aksi protes lainnya.

Solidaritas antara tawanan wanita Palestina cukup kuat. Mereka menolak pembebasan sebagian di tahun 1996, tetap tinggal di penjara semua atau bebas semua. Akhirnya mereka pernah dibebaskan semuanya di tahun 1997.

Kesaksian

Tawanan wanita Palestina Qahirah Said Sa’di (27) warga kamp Jenin menikah dan memiliki 4 anak dan divonis 3 kali seumur hidup ditambah 30 tahun kurungan. Qahirah mengaku saat digelandang di kendaraan yang memindahkannya ia dicerca dengan kata-kata kasar dan kotor, digebuki dengan gagang senapan. Di penjara Masqobiah ia diperiksa dengan dilucuti pakaiannya, diborgol dikursi kaki dan tangannya selama berjam-jam.

Sa’di menambahkan, dirinya pernah dimasukan ke sel bawah tanah yang sangat kotor dan lembab tanpa cahaya, tanpa air dan udara yang juga penuh dengan kecoak dan serangga lainnya. Sangat sempit dan ada lubang untuk buang hajat. Setiap jam mereka memasukkan secangkir air untuk minum. Di sel bawah tanah itu berbau busuk. Di sana ia mengaku tinggal selama 9 hari berturut-turut.

Selama diintrogasi, Sa’di mengaku dibentak keras oleh sipir Israel dan diancam akan diperkosa beberapa kali. Dan saya menangis ketakutan. Saya mendengar kata-kata kasar dan kotor yang pernah pernah saya dengar sepanjang hidup saya, tegasnya.

Bahkan Sa’di pernah ditendang serdadu Israel saat diintrogasi dengan sepatu yang berhak besi hanya gara-gara ia minta agar serdadu itu mandi. Sampai tawanan Palestina lainnya di Maskobiah mokok makan memprotes tindakan kekerasan itu. Allahu’ musta’an

ShareTweetSendShare
Previous Post

Nenek Gugur Akibat Terjangan Roket Israel di Timur Khan Yunis

Next Post

Tahanan Rumah, Bocah Perempuan Palestina ini Kemana-mana Diborgol

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
Tahanan Rumah, Bocah Perempuan Palestina ini Kemana-mana Diborgol

Tahanan Rumah, Bocah Perempuan Palestina ini Kemana-mana Diborgol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630