JAKARTA-Jika di belahan dunia lain musim dingin disambut dengan sukacita, di Gaza, hadirnya musim dingin mengundang rasa takut di hati penduduknya. Selama musim dingin, penduduk Gaza harus bertahan di tenda-tenda pengungsian yang rapuh, tanpa baju hangat dan perlengkapan yang memadai untuk melewati musim dingin. Di tengah krisis tersebut, pada 6 Desember 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan pakaian hangat yang memberi manfaat bagi 60 anak di Gaza utara.

Selama musim dingin melanda Gaza, Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa sekitar 127.000 dari 135.000 tenda pengungsi sudah tidak layak huni. Tenda-tenda tersebut tidak bisa melindungi penghuninya dari derasnya hujan, angin kencang, maupun banjir yang sering terjadi saat musim dingin. Akan tetapi, nyaris seluruh penduduk Gaza tak punya pilihan lain, sebab rumah mereka telah dihancurkan oleh serangan Israel.
Sebanyak 70 persen keluarga di Gaza dilaporkan kekurangan perlengkapan musim dingin dan alat pemanas, membuat banyak keluarga menghadapi cuaca ekstrem tanpa adanya perlindungan yang memadai. Kondisi ini sangat berbahaya, membuat sembilan anak di Gaza telah kehilangan nyawa karena tidak memiliki pakaian hangat untuk melindungi mereka dari suhu dingin.

Sembilan anak telah meregang nyawa akibat cuaca dingin, dan dalam upaya untuk mencegah jumlah korban terus bertambah, Sahabat Adara bersama Adara Relief International segera menyalurkan bantuan musim dingin. Bantuan yang dikirimkan berupa pakaian hangat yang disalurkan pada 6 Desember 2025 kepada 60 anak di Gaza utara.


Dari yang tadinya menggigil kedinginan di tenda-tenda yang rapuh, kini puluhan penduduk Gaza memiliki pakaian hangat yang bisa melindungi tubuh mereka dari suhu ekstrem. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu telah membuat puluhan penduduk Gaza bisa menghadapi musim dingin dengan perlengkapan yang lebih memadai. Pakaian hangat darimu tidak hanya membantu menghangatkan tubuh penduduk Gaza, namun juga menghangatkan hati mereka dengan rasa bahagia.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)