Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Jumat (16/8) meminta pihak-pihak yang berperang di Gaza untuk memberikan jaminan konkret yang menjamin jeda kemanusiaan agar kampanye vaksin polio dapat dilakukan.
Guterres, yang berbicara kepada wartawan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengimbau agar jaminan segera diberikan saat ia memperingatkan bahwa pencegahan dan penanggulangan penyebaran polio di daerah kantong tersebut memerlukan upaya besar, terkoordinasi, dan mendesak.
“Mari kita perjelas bahwa vaksin terbaik untuk polio adalah perdamaian dan gencatan senjata kemanusiaan segera,” kata Guterres.
“Namun, bagaimanapun juga, penghentian sementara polio adalah suatu keharusan. Tidak mungkin melaksanakan kampanye vaksinasi polio saat perang sedang berkecamuk di mana-mana.”
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat bahwa mereka telah mendeteksi kasus polio pertama yang dikonfirmasi di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza, pada bayi berusia 10 bulan yang belum menerima dosis vaksinasi polio.
Guterres mengatakan PBB siap meluncurkan kampanye vaksin polio di Gaza untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun, tetapi “tantangannya serius.”
“Setidaknya 95% cakupan vaksinasi akan dibutuhkan selama masing-masing dari dua putaran kampanye untuk mencegah penyebaran polio dan mengurangi kemunculannya mengingat kehancuran di Gaza, “ kata Guterres. Ia menambahkan bahwa kampanye yang sukses akan membutuhkan fasilitas transportasi untuk vaksin dan peralatan pendingin di setiap langkah, masuknya pakar polio ke Gaza, tersedianya layanan internet dan telepon yang andal, serta elemen lainnya.
Sementara itu, dilansir dari Quds News Network, berdasarkan keterangan dari Direktur Rumah Sakit Lapangan Gaza menyatakan bahwa sebanyak 500.000 anak-anak di bawah 10 tahun membutuhkan vaksinasi di tengah perang Israel ke Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








