Lima warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel dalam sebuah penggerebekan militer pada Senin di Kota Al-Bireh, Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan tenaga medis. Palang Merah Palestina menyebut dua anak mengalami luka tembak peluru karet di kawasan Sateh Marhaba, sementara tiga warga lainnya, termasuk dua perempuan muda, menderita sesak akibat paparan gas air mata.
Saksi mata mengatakan bahwa pasukan Israel dalam jumlah besar menyerbu lingkungan Al-Shurfa dan mengepung sejumlah bangunan tempat tinggal. Mereka menutup akses masuk, memenuhi jalan utama serta gang-gang, dan membatasi pergerakan warga hingga bentrokan pun pecah.
Penggerebekan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah tentara Israel memaksa keluarga-keluarga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Al-Jabriyat, dekat Kamp Pengungsi Jenin. Pekan lalu, militer Israel juga melancarkan operasi selama empat hari di Tubas, mencakup kota, desa-desa sekitar, dan Kamp Pengungsi al-Fara’a. Di Qabatiya, selatan Jenin, tentara memberlakukan jam malam, mengubah beberapa rumah menjadi pos militer, dan menahan sejumlah warga.
Serangan terhadap Tepi Barat meningkat sejak agresi Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Sejak itu, lebih dari 1.085 warga Palestina di Tepi Barat telah terbunuh dan 10.700 lainnya terluka akibat serangan pasukan Israel dan pemukim ilegal. Lebih dari 20.500 warga juga telah ditangkap.
Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan pengosongan seluruh permukiman di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Sumber: MEMO
![Tentara Israel, yang melancarkan serangan besar-besaran, melanjutkan serangannya untuk hari kedua di kota Tubas di wilayah utara Tepi Barat pada 27 November 2025. [Issam Rimawi – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/AA-20251127-39825867-39825846-ISRAELI_ARMY_CONTINUES_ITS_RAIDS_IN_TUBAS_IN_THE_WEST_BANK-750x375.webp)







