Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Rabu (26/6) terkait kekhawatirannya dengan kemungkinan penyebaran agresi Gaza ke seluruh wilayah, termasuk ke Tepi Barat.
Saat ini, Tepi Barat yang berada di bawah penjajahan Israel, telah mengalami eskalasi situasi terburuk secara paralel dengan agresi Gaza.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan bahwa 528 warga Palestina, termasuk 133 anak-anak, telah dibunuh oleh pasukan keamanan Israel atau pemukim kolonial di Tepi Barat sejak agresi Gaza dimulai dan ada kekhawatiran serius tentang pembunuhan yang melanggar hukum dalam sejumlah kasus.
“Kami khawatir akan potensi tragedi dan kematian lebih lanjut serta kejadian di Tepi Barat, dan tentu saja, ancaman dan kemungkinan (konflik) di Lebanon,” kata Martin Griffiths, yang memimpin Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), kepada wartawan di Jenewa.
“Agresi ini harus dihentikan agar tidak semakin buruk dan agar hak atas masa depan rakyat Palestina tidak tercerabut. Itulah kekhawatiran yang harus kita miliki.”
Griffiths juga menuntut dibukanya akses kemanusiaan yang tidak terhalang ke Jalur Gaza.
“Kami ingin semua titik penyeberangan dibuka, kami ingin protokol keselamatan dan keamanan, kami ingin penyelesaian konflik yang dapat kami andalkan, dan kami ingin pekerja bantuan serta lembaga kesehatan tidak menjadi korban perang,” katanya.
Griffiths mengatakan bahwa menurut Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), lebih dari 495.000 orang di seluruh Gaza menghadapi tingkat ketidakamanan pangan yang paling parah, atau dalam fase “bencana”.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








