JAKARTA-Genosida yang berlangsung lebih dari dua tahun telah memaksa hampir seluruh penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka. Saat ini, di tengah musim dingin, penduduk Gaza terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka telah hancur. Mereka sangat membutuhkan perlindungan untuk menghadapi cuaca ekstrem tahun ini. Untuk memenuhi kebutuhan penduduk Gaza, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan pakaian hangat yang memberi manfaat bagi 286 anak yatim di Gaza selatan.

Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa 127.000 dari 135.000 tenda di kamp-kamp pengungsian Gaza sudah tidak layak huni karena cuaca ekstrem. Di tengah musim dingin, ratusan ribu keluarga di Gaza terpaksa tinggal di tenda-tenda yang robek. Tenda mereka tidak bisa melindungi dari hujan, angin kencang, dan suhu dingin yang mengancam nyawa.
Musim dingin yang hadir tahun ini sangat mencekam. Datangnya musim dingin menjadi ancaman baru yang mengintai penduduk Gaza, setelah berbulan-bulan mereka menderita akibat pengeboman, pengungsian, dan kelaparan. Karena musim dingin hadir di tengah kondisi kemanusiaan yang buruk, suhu ekstrem telah merenggut nyawa 24 orang, termasuk 21 anak-anak.

Nyawa yang melayang akibat suhu dingin sudah terlalu banyak. Di tengah krisis ini, Sahabat Adara bersama Adara Relief International berusaha membantu memenuhi kebutuhan penduduk Gaza. Pada 30 November 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan musim dingin berupa pakaian hangat untuk anak-anak yatim Gaza. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 286 anak di Gaza selatan.



Meski musim dingin di Gaza begitu mencekam tahun ini, namun senyum anak-anak yang menerima pakaian hangat seolah mencairkan suasana. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan pakaian hangat darimu telah membantu melindungi ratusan anak yatim Gaza dari udara dingin.








