fbpx

27 Rajab Bukan Isra’ Mi’raj?

Adara Relief-Jakarta: Refleksi Umat Islam dalam Mengimani Seluruh Rangkaian Peristiwa dalam Isra dan Mi’raj

Hal yang popular di kalangan umat Islam, Isra Mi’raj diperingati setiap tahunnya pada tanggal 27 Rajab. Namun, benarkah 27 Rajab ternyata bukan waktu tepatnya peristiwa Isra Mi’raj yang dahsyat itu? Ada berbagai pendapat tentang kapan peristiwa tersebut terjadi. Namun sama sekali tidak mengurangi esensi nilai dan pesan penting di dalamnya.

Bagi Adara Relief International, Isra Mi’raj merupakan momen penting untuk menguatkan dukungan umat Islam atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Selain landasan panggilan kemanusiaan, dalam peristiwa Isra Mi’raj ini terkandung pesan akan kewajiban umat Islam untuk membela Palestina dan Masjidil Aqsa.

Setiap kali memperingati Isra Mi’raj, hal yang paling diingat umat Islam adalah perintah sholat lima waktu. Selanjutnya adalah peristiwa-peristiwa luar biasa lainnya mulai dari pembelahan dada Rasulullah untuk kedua kalinya, kendaraan super cepat Buraq, Rasulullah diminta memilih susu dan arak, hingga tahapan peristiwa yang terjadi di setiap lapis langit hingga sampai di langit ketujuh dan menerima perintah shalat lima waktu.

Namun apakah pesan penting lainnya yang seringkali luput dari perhatian umat? Dalam kesempatan wawancara jarak jauh di masa social distancing akibat COVID 19 ini, Nurjanah Hulwani Ketua Adara Relief International memaparkan, “Ada dua pesan penting dari Isra Mi’raj terkait Masjid Al Aqsa dan Palestina. Pertama, di dalam surat Al-Isra ayat satu, kita temukan bahwa hal pertama yang Al Quran bicarakan terkait Isra Mi’raj adalah dua masjid utama umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Al Aqsa. Apa gerangan yang Allah SWT pesankan tentang kedua masjid tersebut. Mengapa Allah SWT perlu memperjalankan Rasulullah SAW terlebih dahulu ke Masjid Al Aqsa. Bukankah mudah bagi Allah SWT untuk memi’rajkan Rasulullah SAW langsung dari atas Masjidil Haram? Bukankah seluruh langit dan bumi adalah milikNya dan Ia amat berkuasa atasnya? Ini menunjukkan posisi penting kedua masjid tersebut bagi umat Islam dan pesan kuat untuk selalu menjaganya.

Beliau lalu menambahkan,”Pesan kedua, dalam peristiwa agung tersebut berkumpul pula 300 Rasul dan 124.000 Nabi, lalu mereka shalat diimami Rasulullah SAW. Tentunya ini adalah pesan besar yang penting untuk dicatat oleh seluruh umat Islam. Bahwa tongkat estafeta dari para Nabi dan Rasul untuk penjagaan risalah dan kesucian umat ada di tangan Rasul terakhir Nabi Muhammad SAW dan tentunya juga umatnya.”

“Ini adalah bahan perenungan seluruh umat Islam, agar pesan penting Isra Mi’raj dapat secara komprehensif kita pahami dan kita tunaikan. Allah SWT yang akan melihat dan mendengar kepedulian dan bukti penjagaan kita untuk Masjid Al Aqsa dan Palestina,” pungkasnya.

Mengimani Isra Mi’raj dan pesan penting di dalamnya adalah bagian dari keyakinan. Saat Rasulullah mengumpulkan orang-oràng Quraisy dan menyampaikan apa yang baru saja Beliau SAW alami apa reaksi mereka? Bayangkan jika kita adalah satu dari orang Quraisy tersebut: Akankan kita meragukannya? Atau menjadi orang pertama yang percaya dan meyakini kebenarannya sebagaimana Abu Bakar Ash-Shiddiq?

27 Rajab Bukan Isra’ Mi’raj?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas