JAKARTA-Saat anak-anak di belahan dunia lain sulit sekali dibangunkan untuk pergi ke sekolah di pagi hari, anak-anak Gaza justru merindukan momen rutinitas itu. Sejak genosida dimulai dua tahun lalu, anak-anak Gaza bangun pagi bukan untuk bersiap-siap pergi ke sekolah, melainkan untuk mencari makanan dan air bersih, atau untuk berlari dari pengeboman dan tembakan. Namun, kini ratusan anak Gaza bisa kembali duduk di bangku sekolah dengan bantuan dari Sahabat Adara. Pada 2 Oktober 2025, bantuan Sekolah Darurat telah didirikan di Al-Rimal, Kota Gaza, memberi manfaat bagi 250 anak-anak usia sekolah.

Selama tiga tahun berturut-turut, anak-anak Gaza tidak bisa bersekolah karena genosida telah menghancurkan sekolah-sekolah mereka. UNRWA menyatakan bahwa lebih dari 650.000 anak di Gaza telah kehilangan akses terhadap pendidikan akibat genosida. Selain kehilangan pendidikan, UNRWA menambahkan bahwa anak-anak Gaza juga telah kehilangan cara untuk menyembuhkan trauma mendalam yang mereka rasakan.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menghancurkan secara total atau merusak sebagian gedung-gedung sekolah di Gaza, menargetkan 97 persen bangunan sekolah yang ada di Gaza. Sekolah-sekolah yang belum sepenuhnya hancur juga tidak berfungsi lagi, sebab ruang-ruang kelasnya telah berubah menjadi tempat perlindungan bagi warga Gaza yang mengungsi. Akibatnya, ratusan ribu anak kehilangan fasilitas pendidikan mereka.


Akan tetapi, kini ratusan anak Gaza bisa kembali menuntut ilmu di sekolah seperti dahulu, dengan ruang-ruang kelas yang diisi dengan papan tulis, meja dan kursi, bukan dengan pakaian dan barang-barang yang mereka bawa mengungsi. Bantuan pendidikan ini terselenggara berkat donasi dari Sahabat Adara, yang mewujudkan berdirinya Sekolah Darurat di Al-Rimal, Kota Gaza, pada 2 Oktober 2025. Sebanyak 250 anak bisa kembali bersekolah dengan bantuan pendidikan ini, mereka difasilitasi pelajaran bahasa Arab, matematika, IPA, bahasa Inggris, juga sesi trauma healing dan games.



Dari ratusan ribu anak di Gaza yang kehilangan akses pendidikan akibat genosida, ratusan anak yang bisa kembali bersekolah kembali membangkitkan harapan bagi Gaza di masa depan. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu bukan hanya membuat ratusan anak bisa kembali bersekolah, tetapi juga berperan besar untuk memulihkan trauma mereka secara perlahan dan memberi kesempatan bagi anak-anak Gaza untuk meraih impian mereka.








