Jumlah anak yang dibunuh oleh pasukan keamanan dan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki meningkat pada tahun ini menjadi 34, menyusul penembakan dua remaja laki-laki dalam beberapa hari berturut-turut, kata Save the Children pada Jumat (23/11). Pembunuhan Mahmoud al-Sadi yang berusia 17 tahun saat dia dalam perjalanan ke sekolah pada Senin (19/11), dan Ahmad Shehadeh yang berusia 16 tahun selama serangan malam di Nablus pada Selasa (20/11), menjadikan ini tahun sebagai tahun paling mematikan bagi anak-anak yang tinggal di Tepi Barat sejak 2006. Pada Rabu pagi (21/11), seorang remaja Israel-Kanada berusia 15 tahun juga tewas dan lebih dari puluhan orang terluka dalam dua ledakan terpisah di Yerusalem (Al-Quds).
Kekerasan di Tepi Barat telah berkobar dalam beberapa bulan terakhir, dengan perluasan permukiman Israel yang cepat, peningkatan tajam serangan militer Israel di Tepi Barat yang diduduki, serta perlawanan dari Palestina. Selain terjebak dalam kekerasan, keluarga Palestina menjadi sasaran pembatasan pergerakan yang diberlakukan oleh otoritas Israel, mengganggu akses mereka ke layanan penting.
Jason Lee, Direktur Save the Children di wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan, “Tidak dapat diterima bahwa penggunaan kekuatan mematikan terus berlanjut terhadap anak-anak. Sejauh ini, 34 anak Palestina di Tepi Barat telah kehilangan nyawa mereka pada 2022, tahun yang paling mematikan bagi anak-anak dalam lebih dari 15 tahun. Sekali lagi, anak-anak membayar harga terberat untuk konflik yang tidak dapat mereka kendalikan.”
“Kekerasan yang meningkat sangat mengkhawatirkan karena mengancam kehidupan dan kesejahteraan anak-anak. Budaya impunitas hanya akan melanjutkan siklus kekerasan. Ini harus dihentikan. Tanpa pengambilan langkah-langkah untuk meredakan situasi, anak-anak akan terus menanggung akibatnya. Di bawah hukum internasional, anak memiliki perlindungan khusus dan harus dilindungi dari kekerasan setiap saat. Setiap tindakan yang diperlukan harus diambil untuk menjaga keamanan anak-anak,” lanjutnya
Save the Children menyerukan segera diakhirinya penggunaan peluru tajam terhadap anak-anak oleh pasukan Israel. Pada saat yang sama, mereka juga menyerukan penyelidikan independen dan pertanggungjawaban atas pembunuhan semua anak. Semua pihak harus berusaha untuk meredakan situasi dan memutus siklus kekerasan saat ini, sebagai cara terbaik untuk memastikan perlindungan anak-anak dan memulihkan harapan masa depan mereka.
Sumber:
https://www.savethechildren.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








