Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan pada Kamis (9/10) malam untuk memulai tahap pertama pertukaran tawanan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata di Gaza. Berdasarkan laporan Al Araby, sekitar 2.000 tawanan Palestina akan dibebaskan, termasuk 1.700 warga Gaza yang diculik oleh pasukan Israel sejak Oktober 2023 dan 250 tawanan dengan hukuman seumur hidup. Selain itu, 22 anak Palestina asal Gaza juga akan dibebaskan, sementara 360 jenazah akan dikembalikan ke Jalur Gaza.
Menurut Channel 14 Israel, daftar resmi para tawanan yang akan dibebaskan akan diumumkan setelah rapat kabinet keamanan Israel dan pemungutan suara pemerintah atas kesepakatan gencatan senjata tersebut. Namun, sumber Middle East Eye mengungkapkan bahwa kantor Perdana Menteri Israel secara sepihak menghapus nama Marwan Barghouti tokoh politik Palestina paling populer dari daftar pertukaran di menit-menit terakhir. Langkah ini dinilai dapat membahayakan implementasi perjanjian gencatan senjata.
Dalam kerangka kesepakatan itu, Hamas diberi waktu 72 jam sejak persetujuan Israel untuk membebaskan 20 tahanan Israel yang masih hidup di Gaza, yang diperkirakan akan berlangsung pada Minggu atau Senin mendatang. Setelahnya, Hamas juga akan menyerahkan 28 jenazah tahanan Israel, meski jadwal pastinya belum ditentukan.
Sumber:
Qudsnen, MEE








