JAKARTA-Pada tahun ajaran baru 2025/2026, saat anak-anak di belahan dunia lain antusias datang ke sekolah dengan seragam, tas, dan sepatu baru, anak-anak Gaza tidak bisa merasakannya. Sekolah mereka telah hancur dibom, teman-teman dan guru-guru mereka juga banyak yang telah gugur akibat genosida. Di tengah runtuhnya sistem pendidikan di Gaza, bantuan dari Sahabat Adara telah membantu ratusan anak Gaza untuk bisa kembali bersekolah. Pada bulan Mei hingga Juli 2025, LAZ Ummul Quro Bogor melalui Adara Relief International telah mewujudkan berdirinya Sekolah Darurat di Sekolah Imam Asy-Syafi’i di Zaitun, Kota Gaza. Sekolah Darurat ini menjadi sarana bagi 180 anak di Gaza untuk bisa kembali menempuh pendidikan.

Sejak genosida dimulai, anak-anak usia sekolah di Gaza tidak lagi membawa ransel berisi buku dan alat tulis seperti anak-anak pada umumnya, melainkan mengisi ransel sekolah mereka dengan pakaian dan barang-barang penting untuk dibawa berlari dari satu pengungsian ke pengungsian lainnya. Bahkan, yang lebih memilukan lagi, banyak anak di Gaza terpaksa mengisinya dengan potongan-potongan tubuh keluarga mereka yang menjadi korban kekejaman genosida Israel. Di tengah genosida, pendidikan yang seharusnya menjadi hak bagi setiap anak telah berubah menjadi kemewahan, sebab hal yang paling penting bagi mereka saat ini adalah bertahan hidup.
Meski banyak anak di Gaza masih memiliki semangat dan kerinduan yang sangat besar untuk kembali menuntut ilmu di sekolah, namun kini sekolah mereka telah hancur dan tidak lagi berfungsi seperti dulu. Nyaris seluruh sekolah di Gaza telah dibom oleh Israel, sedangkan gedung sekolah yang masih bertahan telah berubah fungsi menjadi pusat pengungsian. Sekolah yang dulunya didatangi oleh anak-anak untuk belajar dan bermain, kini menjadi tempat terakhir yang mereka tuju untuk berlindung dari pengeboman setelah rumah-rumah mereka diratakan dengan tanah.

Di tengah sistem pendidikan di Gaza yang dihancurkan secara sengaja oleh Israel, bantuan dari Sahabat Adara memberikan harapan bagi anak-anak Gaza. Pada bulan Mei hingga Juli 2025, LAZ Ummul Quro Bogor melalui Adara Relief International telah mewujudkan berdirinya Sekolah Darurat di Sekolah Imam Asy-Syafi’i di Zaitun, Kota Gaza. Selama tiga bulan, proses pembangunan Sekolah Darurat melewati beberapa tahap termasuk pembagian seragam dan alat tulis, pembukaan secara resmi, hingga proses pembelajaran dimulai. Selain itu mereka juga mendapatkan makanan makanan sehat dan bergizi serta pendampingan psikologis. Dengan dibangunnya Sekolah Darurat ini, sebanyak 180 anak di Gaza bisa kembali merasakan menempuh pendidikan di bangku sekolah.




Anak-anak Gaza, sama seperti anak-anak di belahan dunia lainnya, juga berhak memiliki cita-cita dan menempuh pendidikan untuk berusaha mewujudkannya. Dan kini, bantuan Sekolah Darurat yang berasal dari kebaikan hati Sahabat Adara telah menjadi harapan bagi anak-anak Gaza untuk bisa kembali bersekolah di tengah genosida. Terima kasih Sahabat Adara, terima kasih LAZ Ummul Quro Bogor, kini ratusan anak Gaza telah kembali bersekolah, dan kita doakan semoga nantinya seluruh anak di Gaza bisa kembali menempuh pendidikan dalam kondisi yang lebih aman.








